27 Sep 2011

Seruan dan Amanat Kepada Cucu - Cucu

Kepada kamu sekalian, cucu-cucu ku, dengan ini diserukan, diamanatkan agar kamu dapat mengambil tamzil dan ibarat, keadaan penghidupan, penjagaan dan penderitaan dari Ayah atau Bunda kamu sekalian, serta meneliti daftar tambo sejarah terlampir, bahwasanya kamu sekalian masih bertalian darah dengan si anu dan si anu yang tergambar dalam daftar tambo terlampir ini. 

Janganlah kamu sekalian jauh menjauhkan diri satu sama lain, jikalau kamu berdekatan, sekampung, sekota, berdamailah, bertemulah, jalang menjalangilah, rukun dan damai, tempo-tempo bukalah sejarah ini begini injik/dan nenek kita dahulu dan begitu injik dan nenek kita dahulu semasa mudanya membimbing anak-anaknya. Dan dalam sejarah kami, jangan kamu ambil contoh, kamu ambillah kalau ada yang baik-baik saja, karena keadaan kami diwaktu itu terpaksa menjalankan riwayat sejarah seperti yang tertulis tidak dapat dihindarkan. 

Kami harapkan keadaan diwaktu kamu nanti, akan banyak perubahan. Kita bersama harapkan dan doakan. Tidak lupa kami amanatkan agar daftar tambo sejarah ini, kamu, hai cucu-cucu ku, kamu teruskan, kamu teruskan sampai kamu sekalian setua kami. Menjadi injik atau nenek pula (opa dan oma kata kamu sekarang) sebagai kami pada waktu membuat daftar san sejarah ini pula. Amin.

Juga kalau kami sudah tidak ada di dunia yang fana ini, karena sabda Junjungan kita Nabi Besar Moehammad S.A.W: “Yang hidup tentu dan harus mati” kembali ketempat asalnya keharibaan Allah S.W.T. Satu amanat kami lagi kepada kamu sekalian, hai cucu-cucuku, sekiranya kamu sekalian teringat kepada kami, berziarahlah ketempat istirahat kami dan janganlah kamu lupa untuk memanjatkan doa agar arwah kami pun yang lain-lain nenek, injik kamu, menadahkan tangan berdoa kehadirat Allah Subhanawataallah mudah-mudahan kami dapat kelapangan hidup di Alam Baka. Amin-Amin.

Karena doa kamu sekalian akan makbul dan Allah akan mendengar terlebih-lebih lagi kalau kamu sekalian banyak bertalian dengan Yang Maha Kuasa. Panjatkan doa untuk kami, serta mengucapkan kedua kalimat syahadat suci, Maha suci dan Besar itu untuk kami dan yang lain-lain. Kami pun yang tidak dapat lagi menjumpai kamu sekalian, setelah kamu memanjatkan doa, dari Alam Baka memohon pula kehadirat Allah S.W.T agar kamu sekalian yang tinggal didunia diberi taufik dan hidayat olehNya dalam hidup kamu sekalian damai dan abadi. Amin Yarabulallamin.

Penutup kata, kamu sekalian telaahi daftar tambo ini agar kamu dibelakang hari satu sama lain kenal mengenal dan sekali lagi kami amanatkan, teruskan tambo keturunan itu.

Dibuat di Jakarta, dirumah Jalan Lombok no.47 pada tanggal 31 bulan Desember tahun 1962

R. Moehd.Joesoef glr Dt. Madjo Labih & Djanewar bt. Dt.Bandaharo Pandjang


Masa pertama - R.Moehammad Joeosoef dan Rabiah bt. Dt. Bandaharo Pandjang


Masa kedua - R. Moehammad Joesoef dan Djanewar bt. Dt. Bandaharo Pandjang

2 komentar:

bobby k mengatakan...

luar biasa.. tambo ini jadi bisa terbaca oleh semua keluarga kita..

dantjemoody mengatakan...

senangnya berbagi ya bob. ditunggu salinan serta family tree nya. perlu ngumpulin data2 nih